Syaitan akan memujuk manusia dalam tujuh hal, iaitu:
- Syaitan melarang manusia, agar tidak taat kepada Allah. Sedang orang-orang yang dilindungi oleh Allah akan menolak ajakan/ godaan itu, dan akan berkata: “Aku sangat memerlukan pahala dari Allah, sebab aku harus punya bekal di akhirat nanti”.
- Syaitan akan berbisik kepada manusia agar menunda ibadah dan menyatakan esok saja kalau sudah tua. Sedang orang-orang yang dilindungi Allah akan menolaknya dan berkata: “Jika aku menunda amalku/ taatku hari ini untuk esok bila aku kerjakan, padahal tiap-tiap hari mempunyai kesibukan tersendiri”.
- Syaitan selalu mendorong manusia agar cepat-cepat beramal, tetapi akibatnya tidak sempurna. Sedang orang-orang yang dilindungi Allah tentu menolak dan berkata: “Amal sedikit tetapi sempurna, lebih baik daripada amal banyak tetapi tidak sempurna”.
- Syaitan menyuruh manusia supaya mengerjakan amal baik (soleh) dengan sempurna sebab kalau tidak sempurna nanti dicela orang. Sedang orang-orang yang dilindungi oleh Allah berpendapat lain. Amal itu yang penting ikhlas, sebab tak ada gunanya beramal tetapi tidak ikhlas.
- Syaitan membisikkan sanjungan kepada orang yang baru beramal: Betapa tingginya darjatnya telah beramal dengan baik dan sempurna. Sedang orang-orang yang dilindungi Allah akan menjawab: “Bahawa semua keagungan dan kesempurnaan itu kepunyaan Allah. Allahlah yang memberi taufik kepadaku sehingga dapat beramal yang diredhai. Dan memberikan pahala yang besar dengan kurniaannya. Jika tanpa kurniaan Allah, maka tidak seberapalah amalku ini, bila dibanding dengan nikmat Allah padaku, di samping dosaku yang banyak pula.”
- Syaitan mendorong manusia agar beribadah dengan sir/ diam-diam dan ikhlas jangan terlihat oleh manusia. Sedang orang-orang yang dilindungi Allah tentu waspada dengan godaan ini, bahawa tujuan syaitan ingin mencampur-baurkan dan ingin merosak niat orang ini. Syaitan berpura-pura menyuruh beramal dengan ikhlas padahal tujuannya ingin menyelewengkannya agar melakukan riak.
- Syaitan berbisik di dalam hati manusia: “Hai manusia, tidak ada gunanya kamu beramal dengan susah payah kerana jika kamu sudah ditetapkan di zaman azali akan dijadikan makhluk yang berbahagia, maka tidak akan membuat mudharat apa-apa yang engkau tinggalkan, engkau tetap akan menjadi orang yang berbahagia walaupun engkau tinggalkan perintah Allah itu. Sebaliknya,jika engkau sudah ditakdirkan di zaman azali menjadi orang ynang celaka, maka tidak ada gunanya sama sekali amalmu itu, dan engkau tetap menjadi orang yang celaka.”
Sedang orang yang dilindungi Allah akan menolak pujukan ini dan berkata: “Aku ini seorang hamba, berkewajipan menurut perintah Tuhanku. Tuhan Maha Tahu, menetapkan segala kehendaknya dan berbuat apa saja yang dikehendakinya.Amalku tetap akan bermanfaat, walau bagaimanapun keadaan di zaman azali.
Jika aku ditakdirkan menjadi orang yang berbahagia di akhirat, aku perlu meningkatkan terus amalku, agar pahalaku bertambah banyak. Dan jika aku ditakdirkan menjadi orang yang celaka, maka perlu terus beramal, agar tidak menemui penyesalan sebab meninggalkan amal soleh. Jika aku dimasukkan ke neraka, padahal aku sudah taat, maka itu lebih aku sukai daripada dimasukkan ke neraka kerana berbuat maksiat. Tetapi tidak demikian keadaan orang-orang di akhirat kelak. Sebab janji Allah itu pasti benar. Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh/ taat kepada-Nya, tidak akan dimasukkan ke neraka, dan pasti ke syurga.”
Wallahua’lam.
- Dipetik dengan sedikit ubai suai ayat dari buku “Melumpuhkan Senjata Iblis dan Syaitan” oleh Syamsul Bahri Ahmad, terbitan Jasmin Enterprise.
Doa Elak Gangguan Syaitan
Pautan Luar Menambah:
10 Perangkap Syaitan - iLuvIslam
Godaan Iblis dalam Solat
Gangguan Syaitan - An-Nida'
Saya Mestilah Dapat Menguasai Diri
- semoga sentiasa dalam penjagaan Allah,
najaf_jb@yahoo.com


0 comments:
Post a Comment